Senin, 04 November 2013

Cerita di 4 November

Hari ini dimana saya pulang sangat telat sekitar jam 9.30 malam baru sampai dirumah , bukan tanpa sebab saya melakukan seperti ini , alasan saya yang pertama adalah saya jenuh dengan kondisi rumah ini , ini rumah keluarga tetapi saya merasa seperti menumpang didalam rumah ini , saya berasa bukan keluarga didalam rumah ini , tidak ada satupun yang memperdulikan saya terkecuali abang saya namun juga akhir akhir ini dia pun sibuk dengan urusan pribadinya diluar saya saya rindu saat awal awal ketika ibu saya meninggal dia sangat memperdulikan saya , entah saya yang terlalu kekanak kanakan tapi saya membutuhkan sebuah perhatian lebih yang saya tidak dapatkan setelah kepergian ibu dan ayah, dirumah ini saya hanya menyanyangi satu ruangan yaitu kamar saya , hanya disinilah sepulang sekolah saya ada , saya tidak akan keluar kamar kecuali ada yang diperlukan seperti makan dan minum , hal itu juga yang membuat saya lebih nyaman diluar sana , faktor sahabat juga membuat saya lebih dihargai mereka menganggap saya seperti keluarga , lebih dari yang saya dapatkan dirumah ini , mereka yang bilang saya keluar malam hanya bisa memarahi saya tanpa bertanya mengapa saya begini , mereka langsung menganggap saya salah , tanpa melihat apa yang mereka berikan kepada saya , mereka tidak tau bagaimana rindunya saya akan kasih dari kedua orang tua , mereka hanya memberikan uang mereka , padahal bukan itu yang saya butuhkan
faktor yang terakhir adalah rasa bicara dari orang itu yang membuat saya enggan dirumah dan mengajak teman datang kerumah saya , dia lebih mementingan calon suami dari anaknya untuk memakai ruang tamu dibanding teman saya , doa ku dimalam tahun baru islam ini semoga mereka lebih mengerti hidup saya dan mereka memberikan kasih sayang yang tulus tanpa menganggap saya seorang yatim piatu , amin ya Allah

Rabu, 30 Oktober 2013

cerita di 30 oktober

Hari ini 30 Oktober 2013 dimana ini adalah hari pembagian rapot tengah semester , dan dihari ini pun tidak ada satu pun yang bisa mengambil rapot ku , pembagian rapot adalah hal sangat aku benci disekolah bukan karena nilai yang buruk akan tetapi terjadi kebingungan siapa yang akan mengambil rapot ini , abang yang bekerja dan tante yang tidak ada yang ngantar membuatku semakin termenung seandaikan aku masih membuat seorang ibu atau ayah yang bisa mengambil rapotku kapan pun ada pembagian rapot , aku sangat iri dengan teman teman ku yang menunggu kedatangan orang tua disekolah , sedangkan ku hanya bisa melihat mereka turun dari tangga dengan orag tuanya , aku pun berharap bisa seperti mereka namun aku sadar itu semua hanya mimpi kosong yang tidak akan menjadi kenyataan , yang membuatku sangat sakit ketika mereka bercerita ibu atau ayah mereka yang mengambil rapot ini , sedangkan rapot ku itu tidak ada seorang pun yang mengambilnya , mereka pun bercakap cakap satu sama lain siapa yang mengambil rapot mereka , dan pada saat bertanya kepadaku aku hanya bisa tertawa palsu dan berkata "Rapot gue males diambil hahaha".  dengan tertawa palsu itu sedikit menutupi kesakitan hati walaupun sebenarnya air mata ini hampir tidak terbendung lagi , karena hal ini aku berfikir kenapa tuhan mengambil kedua orang tuaku apakah harus selalu mendapatkan pandangan sebelah mata , bahkan wali kelas pun tidak mau mengerti kenapa rapot ini tidak bisa diambil aku tidak bohong bu aku benar benar tidak tau kapan abang ku bisa mengambil rapot itu dan ku mohon jangan hanya karena tidak mengambil rapot aku engga bisa ikut pelajaran ibu , tolong bu aku terlahir bukan dari keluarga punya waktu banyak , mereka pun asik dengan urusan mereka sendiri dan aku pun tak terlalu mau memberatkan mereka dengan urusanku ,dirumah pun aku jarang bercengkramah dengan se isi satu rumah ini
tetapi aku berharap tuhan tetap mengerti posisi ku